Tips Memilih Perumahan Di Bogor

Bagikan:Share on FacebookGoogle+Tweet about this on Twitter

Sudah lelah harus berpindah-pindah rumah ketika masa kontrakan habis? Atau situasi di “puri pondok mertua” juga sudah tidak lagi nyaman, karena Anda merasa kebebasan keluarga terkekang. Mungkin ini saat yang tepat untuk segera merencanakan memiliki rumah sendiri.

Tapi bagaimana caranya? Harga rumah di Jakarta sudah jelas sangat mahal dan akan selalu naik. Begitu juga dengan kota satelit lainnya seperti Depok, Bekasi dan juga Tangerang. Belum lagi kota-kota tersebut kini juga semakin padat dan diperparah dengan hawa udara yang semakin panas.

Bagaimana dengan Kota Bogor?

Hawa udara di Bogor setidaknya lebih “sejuk” karena wilayahnya dekat dengan Gunung Salak dan berada di dataran yang cukup tinggi. Yang pasti, harga rumahnya juga “terbilang” lebih murah dibandingkan kota-kota satelit lainnya.

Apa iya?

Setidaknya masih banyak yang beranggapan sama, tapi bukan berarti hanya sedikit yang tidak sependapat.

Penilaian tersebut akan tergantung pada banyak hal, karena sifatnya subyektif tergantung oleh individu. Apalagi kebutuhan dan harapan dari setiap individu pastinya berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan.

Rumah masuk kedalam kategori kebutuhan primer yang sifatnya untuk jangka panjang. Pastinya sangat tidak enak jika harus menanggung kekecewaan dan beban dalam jangka waktu lama. Jadi, sama halnya dengan urusan memilih rumah di tempat lain, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan bila ingin memilih rumah di Bogor.

Dalam artikel kali ini, Lifull Rumah mencoba untuk membantu agar keinginan Anda memiliki rumah bisa terpenuhi sesuai yang diharapkan. Terutama bagi Anda yang sedang berpikir untuk tinggal di Bogor.

Beberapa hal diantaranya mungkin tidak pernah Anda dengar dari agen pemasaran di pameran properti, ataupun dari agen penjualan rumah.

5 Cara Cerdas Memilih Rumah di Bogor

Apakah Anda sudah bisa menebak, apa saja yang harus dipertimbangkan ketika akan memilih rumah di Bogor?

Mungkin ada beberapa hal dasar tentang memilih rumah dengan baik, yang sudah pernah Anda dengar. Dan tentu hal tersebut akan berlaku juga di kota yang dijuluki “Kota Hujan” ini.

  1. Harga rumah di Bogor “murah”

Pernyataan ini sepertinya masih harus di revisi.

Karena masih banyak calon pembeli rumah di Bogor terjebak dalam “lubang” yang sama. Terutama karena pandangan bahwa rentang perbedaan harga rumah sangatlah jauh.

Jika dibandingkan dengan ukuran lahan dan bangunan yang ada di Jakarta, tentu saja harga sebuah rumah di Kota Bogor akan terbilang masih lebih murah.

Bila di bandingkan dengan kota satelit lainnya seperti Kota Depok atau Bekasi contohnya, sebenarnya tidak terlalu jauh.

Tapi dengan harga yang sama, Anda akan mendapatkan rumah yang lebih berkualitas di Bogor. Perumahan Samira Residences yang terletak di Sentul contohnya. Harganya berada di kisaran Rp 700 juta s/d Rp 800 juta untuk tipe 45 dengan luas tanah 84 m2.

Tidak berbeda jauh bukan?

Tapi dengan harga tersebut Anda akan tinggal di daerah Sentul yang dikenal hawanya sejuk, memiliki fasilitas lengkap, dan keamanan yang baik.

Belum lagi fasilitas seperti club house, kolam renang, rumah yang sudah terintegrasi dengan sistem smart home.

Mungkin dengan harga yang sama, hal-hal tersebut tidak akan Anda dapatkan di Depok ataupun Bekasi.

Jadi, apakah tidak ada rumah murah di Bogor?

Tentu saja ada. Tidak salah juga kalau disebutkan bila di Bogor masih ada rumah yang ditawarkan sekitar Rp 100 juta-an.

Bahkan bisa Anda temukan dengan mudah melalui pameran atau spanduk iklan di Bogor. Namun, harus ditanyakan juga dimana lokasinya dan jangan terlalu terpaku oleh harga.

Namun, bukan berarti harga “murah” tersebut di luar kewajaran dan merupakan penipuan. Hanya saja Anda harus tahu apa konsekuensi yang harus dibayar untuk mendapatkan “harga murah” tersebut.

pilihan rumah sama namun lebih berkualitas

“Hanya 5 menit dari Tol Lingkar Luar Bogor”

“Dekat dari tol Jagorawi, tidak sampai tiga puluh menit”

Siapa yang tidak tertarik dengan iklan seperti diatas, dan sekedar tertarik tidaklah masalah. Tapi, jangan pernah mengandalkan iklan tersebut sebagai pertimbangan Anda memilih rumah di Bogor.

Coba cari tahu faktanya. Cara paling sederhana saat jam sibuk coba buka aplikasi seperti Google Maps atau Waze, dan ukur jalan lokasi perumahan tersebut dengan pintu tol terdekat. Bukannya tidak percaya dengan iklan, tapi Aplikasi navigasi berbasis Global Posititioning System (GPS), Waze, baru saja merilis data indeks kepuasan pengemudi dan menobatkan Bogor di Jawa Barat sebagai kota terparah ke-2 di dunia setelah Cebu di Filipina.

Jadi, bisa saja tes dilakukan pada saat dini hari atau saat jam tidak sibuk. Sementara aktifitas Anda pasti dimulai sama dengan jam-jam sibuk di Kota Bogor, bukan saat dini hari.

Bila ingin memilih rumah di Kota Bogor maka hal inilah yang harus dipertimbangkan, bahwa harganya tidak jauh lebih murah dibandingkan kota lainnya di Jadetabek. Dan penting untuk diingat, jangan “termakan” oleh iklan yang ditawarkan.

 

  1. Kondisi jalan dan akses transpostasi di Kota Bogor “bagus”

Mungkin Anda pernah jalan-jalan ke daerah sentul, puncak bogor atau Kebun Raya Bogor, dan mengatakan bahwa jalannya mulus dan bagus.

jalur puncak bogor

Tidak ada yang salah, hanya saja ada juga perumahan baru di Bogor yang masih belum memiliki kondisi jalan bagus. Bahkan sulit ditempuh kendaraan karena kualitas aspal yang buruk atau kontur tanah yang belum stabil.

Jadi, sebelum deal dengan pihak pengembang ada baiknya Anda memeriksa langsung kondisi tanah dan perkembangan di sekitar perumahan yang akan dibangun.

Untuk akses transportasi, Bogor dikenal juga sebagai kota “1001 angkot”.

Tapi dari banyaknya angkot yang ada di Bogor, belum semuanya dapat mencapai kawasan di dalam Kota Bogor. Belum lagi, akses angkot di Kota Bogor tidak sepenuhnya 24 jam.

Hal-hal diatas adalah satu dari sekian konsekuensi, yang mungkin harus Anda alami kalau hanya terpaku pada harga murah.

 

  1. Sarana penunjang perumahan

Sarana dan fasilitas penunjang merupakan bagian terpenting saat sedang memilih rumah. Adanya fasilitas seperti kolam renang, jogging track, hingga taman hiburan untuk anak-anak, sudah pasti akan menarik. Dan membuat Anda merasa diuntungkan.

Pertanyaannya terbesarnya adalah apakah dengan adanya fasilitas tersebut akan memudahkan keluarga Anda?

Sudah pasti, tidak.

Di sebuah lokasi perumahan baru seringkali belum ditemukan usaha jual beli kebutuhan pokok. Kalau hal ini Anda abaikan, maka untuk sekedar membeli sayur, dan beberapa kebutuhan kecil Anda harus mencarinya keluar dari perumahan. Cukup merepotkan?

Itulah yang dimaksud dari sarana penunjang perumahan. Perhatikan apakah pertokoan atau warung sudah berfungsi? Atau sudah adakah supermarket terdekat yang berjalan normal?

Pastinya Anda akan lebih membutuhkan hal-hal diatas daripada hanya bisa bebas keluar masuk kolam renang.

 

  1. Teliti dengan fasilitas rumah

Hal ini harus diteliti sebelum membeli rumah di Bogor.

Tidak semua perumahan memiliki fasilitas yang sama dan yang pasti sumbernya bukan dari mata air gunung salak.

Ada yang dapat dengan mudah dilalui air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Tapi ada juga beberapa wilayah yang sulit untuk dilalui air PDAM. Saat ini, banyak juga perumahan yang belum memiliki jalur induk air dari PDAM-PDAM di Bogor.

Jadi, telitilah dengan fasilitas yang ditawarkan. Bila memang dapat didukung oleh air PDAM tanyakan kapan dan apakah sudah dibangun jalur induk air dari PDAM. Karena untuk hal tersebut biasanya tidak bisa ditentukan dan akan tergantung pada rencana dari perusahaan air saja.

Begitu pula dengan daya listrik terpasang, perhatikan apakah daya tersebut mampu memenuhi semua kebutuhan Anda. Untuk hal ini, kami yakin Anda sudah mengetahuinya dengan baik.

 

  1. Bogor adalah “kota peristirahatan yang sejuk”

Kami paham yang Anda butuhkan adalah tips untuk memilih rumah di Bogor, tapi ini adalah fakta yang harus diketahui.

Mungkin Anda sering mendengar bahwa Kota Bogor dikenal sebagai sebuah kota peristirahatan dengan hawa sejuk dan tenang. Tapi, Bogor itu luas.

Mungkin hanya seperempat bagian saja yang dapat disebut sebagai tempat peristirahatan dengan hawa sejuk dan tenang.

Kenyataanya Bogor dapat diibaratkan seperti miniatur Ibukota. Hawa yang panas juga sudah menjadi bagian dari kota ini. Ketika musim kemarau iklim kering dan suasana gerah dapat dipastikan akan menemani Anda hingga malam hari.

Jadi, tips dari kami jangan lupa belilah sebuah AC atau pendingin udara. Sekali lagi, jangan “termakan” iklan jual rumah yang sering mengatakan kesegaran hawa pegunungan.

Lalu apa bedanya dengan Jakarta dan kota satelit lainnya?

illustrasi rumah dekat gunung

Tentu berbeda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dimana masih terdapat seperempat wilayah Bogor yang lebih baik. Pastikan Anda memilih membeli rumah di daerah tersebut untuk mendapatkan kesan “dingin” dan tempat peristirahatan yang sejuk.

 

Nah, itu tadi 5 tips memilih perumahan di Bogor. Ingat, tips diatas bukanlah dibuat untuk menakuti Anda agar tidak jadi membeli rumah di Bogor.

Semuanya hanyalah informasi, agar Anda beserta keluarga kecil Anda dapat tinggal dengan nyaman di rumah yang sesuai dengan harapan. Tentu keputusan akhir tetap ada di tangan Anda.

Karena dimanapun Anda tinggal, kebahagiaan keluargalah yang akan membuat rumah Anda menjadi sempurna. Meskipun ada kelemahan dari sebuah lokasi rumah, selama Anda dan keluarga bisa mengatasinya hal tersebut pasti tidaklah akan menjadi masalah atau beban di kemudian hari.

Selamat berburu rumah di Bogor! Jangan lupa simak informasi dan tips lainnya tentang properti hanya disini.

Bagikan:Share on FacebookGoogle+Tweet about this on Twitter

Berita Terkait