3 Faktor Penting Pertumbuhan Investasi Properti di Manado

Bagikan:Share on FacebookGoogle+Tweet about this on Twitter

Manado2

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), menilai bahwa Manado merupakan salah satu kota di Indonesia Timur selain Makassar dan Balikpapan yang pasar proeprtinya memiliki pertumbuhan memuaskan. Ali mengatakan hal tersebut kepada situs Detik.com pada tahun 2015 lalu. Namun, penilaian itu sepertinya masih berlaku hingga sekarang.

Salah satu buktinya bisa dilihat melalui banyaknya jumlah unit rumah berbagai tipe yang terjual melalui pelaksanaan Real Estate Indonesia (REI) Expo 2016 pada tanggal 23 April-8 Mei 2016 silam, yakni 140. Melalui situs BenderaNews.com, Rudy Kululu selaku Ketua REI Sulawesi Utara mengungkapkan bahwa angka tersebut dinilai cukup menggembirakan karena masyarakat memiliki antusias yang cukup tinggi untuk membeli rumah di Manado.

Tingginya antusias masyarakat tentunya juga diimbangi dengan kehadiran pengembang-pengembang besar yang melirik Manado sebagai destinasi investasi properti. Ciputra Group adalah salah satu pengembang yang tidak mau ketinggalan membangun proyek properti di Manado. Ada pula AKR Land Development dengan proyek mal Grand Kawanua City, WIKA Realty dengan proyek laut Tamansari Lagoon, hingga Lippo yang memang sudah lama menyasar Manado sebagai lokasi investasi properti mereka.

Kondisi pasar properti yang dialami Manado tersebut tentu tidak terlepas dari berbagai faktor pendukungnya. Setidaknya tiga hal berikut ini terbukti telah menunjang pertumbuhan pasar properti di Manado.

1. Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil

Pasar properti di suatu daerah tidak pernah dapat dilepaskan dari kondisi ekonominya. Dilansir dari situs Bisnis.com, para pelaku bisnis properti menilai bahwa bidang ekonomi di Kota Manado memegang peranan besar dalam keputusan mereka untuk membangu proyek di sana. Hal tersebut tidak mengherankan karena pertumbuhan ekonomi Manado hampir selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Jumlah penduduknya pun mencapai 500.000 orang dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1% setiap tahunnya. Semakin banyak penduduk, tentu permintaan properti akan ikut meningkat. Tidak mengherankan jika para pengembang berbondong-bondong melebarkan sayap properti mereka ke kota Manado.

Manado1

2. Konsisten Mengembangkan Infrastruktur

Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, Pemerintahan Presiden Jokowi tengah giat melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai penjuru Indonesia. Manado tidak luput dari proyek tersebut. Pemerintah bahkan fokus menggenjot pembangunan infrastruktur maritim untuk Indonesia Timur. Sebagai contoh, kawasan Bitung tengah dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk merangsang percepatan menjamurnya kawasan industri. Pemerintah juga meng-upgrade pelabuhan di sana menjadi taraf internasional. Dengan begitu, aktivitas ekspor dan impor tidak hanya terpusat di Tanjung Priuk, Jakarta, melainkan juga terbagi di Manado.

Demi memudahkan akses untuk aktivitas mobile dan distribusi barang, pemerintah juga membangun fasilitas infrastruktur berupa tol laut. Adanya tol laut akan menghubungkan kawasan Bitung dan Manado dengan waktu tempuh sekitar tiga puluh menit. Hal tersebut tentunya akan mampu menghemat biaya karena hingga kini masih banyak barang kebutuhan sehari-hari yang dikirim dari Pulau Jawa. Tidak ketinggalan pula rencana pembangunan MORR atau Ring Road II Malalayang-Winangun yang tentu akan memudahkan aktivitas sehari-hari.

3. Didukung oleh Sektor Pariwisata

Tidak sah rasanya berbicara tentang Manado tanpa menyebut laut Bunaken dan Tondano. Keindahannya bahkan sudah terdengar hingga mancanegara. Menyadari potensi tersebut, rencananya Kementerian Pariwisata akan menjadikan Sulawesi Utara  sebagai destinasi wisata bagi Jepang dan Tiongkok dengan penerbangan langsung berdurasi 3,5 jam dari Manado. Potensi tersebut telah dimanfaatkan oleh pengembang Paramount Land. Melalui situs Bisnis.com, Ervan Adi Nugroho selaku Presiden Direktur menilai bahwa sektor ekonomi dan pariwisata yang berkembang akan memicu pertumbuhan pasar properti di Manado. Paramount Land membangun proyek Paramount Hills berupa perumahan dan kawasan komersial terpadu di kawasan malalayang yang lokasinya terletak di pinggir laut, jadi pemandangan yang disuguhkan pun akan memanjakan para penghuninya.

Ketiga faktor di atas seharusnya cukup membuat Anda setidaknya tergiur untuk melakukan investasi properti di Manado. Mengingat potensinya yang terus berkembang, harga properti pasti akan mengalami kenaikan. Sekarang adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk segera mengunjungi situs Lifull Rumah agar bisa mendapatkan properti di Manado dengan harga terbaik.

Bagikan:Share on FacebookGoogle+Tweet about this on Twitter

Berita Terkait