shutterstock_385325071

Pada akhir tahun 2015, konsultan properti Indonesia Property Watch (IPW) melalui situs resminya memprediksi bahwa pasar properti di Indonesia akan bangkit pada tahun 2016 dengan dimulai dari luar Pulau Jawa. Kepulauan Riau (Kepri) adalah salah satu daerah yang mengalami hal tersebut. Menariknya, pasar properti di Kepri sangat dipengaruhi oleh potensi wisatanya yang disebut-sebut lebih besar dari Bali.

Tingginya Potensi Wisata

Berdasarkan data yang dilansir dari situs berita Kompas, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata menilai bahwa dalam beberapa aspek, Kepri memiliki potensi wisata pantai dan bahari yang lebih unggul dari Bali, apalagi Kepri memiliki banyak pulau yang masih murni. Menurut Arief, keunggulan utama Kepri terletak pada lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Keunggulan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjaring wisatawan mancanegara agar mau berkunjung ke Kepri. Terlebih, Singapura dan Malaysia merupakan negara yang mampu menarik 40 juta turis asing per tahun. Seharusnya, setiap turis asing yang berlibur ke Singapura dapat diajak untuk melanjutkan perjalanan ke Batam, Bintan, dan kabupaten lain di Kepri.

Sayangnya, potensi tersebut belum diimbangi dengan infrastruktur memadai di pelabuhan dan bandara sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara. Di sinilah pasar properti di Kepulauan Riau dapat masuk untuk membantu pembangunan pelabuhan dan bandara yang lebih layak. Masih dari situs berita Kompas, Arief menyatakan bahwa dirinya telah bekerja sama dengan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, untuk mewujudkan hal tersebut. Pihaknya sadar bahwa para wisatawan mancanegara pasti enggan jika harus banyak melakukan transit demi mendatangi daerah-daerah di Kepri. Kini, Kepri telah menjadi penyumbang angka kunjungan wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Resor Terbesar di Dunia

Karena tingginya potensi wisata tersebut, sudah ada pengembang asal Singapura yang bersedia membangun properti berupa resort di Kepri. Menurut situs berita Kompas, proyek resort tersebut bahkan diklaim sebagai yang terbesar di dunia karena mencakup enam pulau dengan luas mencapai 3,3 juta meter persegi.

Nama proyek resort tersebut adalah Funtasy Island. Penggarapannya dilakukan oleh pengembang Funtasy Island Development Pte Ltd. Mereka bekerja sama dengan pemilik lahan, yakni PT Batam Island Marina. Kabarnya, proyek Funtasy Island ini menghabiskan dana investasi senilai US$ 240 juta (sekitar Rp 2,9 triliun). Funtasy Island Development dan Batam Island tidak hanya menawarkan properti berkonsep resort, namun juga wisata alam Kepri yang masih sarat dengan terumbu karang, ribuan pohon mangrove, dan air laut jernih beserta biota lautnya.

Secara total, akan ada 1.200 unit vila mewah, hotel, wisata marina, dan berbagai fasilitas lain di atas lahan Funtasy Island. Menariknya lagi, letak resort ini tidak begitu jauh dari destinasi wisata negara tetangga, yakni Universal Studio dan Marina Bay Sands. Michael Yong selaku Direktur Funtasy Island Development melalui situs Kompas mengatakan bahwa pihaknya akan menjaga kelestarian pulau-pulau tersebut. Hal tersebut merupakan komitmen pihak pengembang dalam menciptakan taman alami yang layak dikunjungi.

Batam Menjadi Kota Primadona

Umumnya, ibu kota menjadi kawasan primadona properti di suatu provinsi. Tidak begitu halnya dengan Kepri. Mempunyai ibu kota di Tanjung Pinang, justru kota Batam lah yang sering disebut sebagai primadona pasar properti di Kepri. Melalui situs berita Tribun News, Djaja Roeslim sebagai Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Batam memprediksi bahwa pasar properti Batam akan semakin bergairah pada semester kedua tahun 2016. Hal ini dimulai oleh beberapa pengembang yang menggarap jenis proyek properti baru.

shutterstock_153675701

Djaja menilai pasar properti Batam akan terus tumbuh seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Terlebih, kini Upah Minimum Kota (UMK) telah meningkat menjadi Rp 2.879.819 dari jumlah sebelumnya yakni Rp 2.685.302. Hal tersebut akan berdampak pada pertumbuhan daya beli masyarakat. Apabila tahun lalu masyarakat masih menunda pembelian hunian, mereka diprediksi akan mengeksekusinya tahun ini. Lagi pula, beberapa pengembang besar seperti Ciputra Group dan Agung Podomoro Land juga akan merilis produk-produk baru mereka di area pengembangan yang sudah dirintis sejak tahun lalu.

Jika sedang berencana melakukan investasi properti di luar Jawa, Kepri adalah destinasi yang sangat patut dipertimbangkan. Selain strategis, potensi wisatanya pun tidak kalah menakjubkan. Sebelum harga melonjak, sebaiknya Anda melakukan riset di Lifull Rumah untuk mendapatkan harga properti terbaik di Kepri.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here