shutterstock_621937

Sebagai ibu kota Indonesia, DKI Jakarta menjadi pusat segala aktivitas dari berbagai bidang, tidak terkecuali properti. Tidak mengherankan apabila kini DKI Jakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki pertumbuhan harga properti paling tinggi. Menurut situs berita liputan6.com, harga satu meter persegi tanah bahkan dapat mencapai 20 juta rupiah. Terlepas dari tingginya harga tersebut, pertumbuhan properti di DKI Jakarta pada tahun 2016 ini justru dinilai akan tetap stabil.

Awal Tahun 2016 Masih dalam Pemulihan

Tahun 2015 bukanlah momen terbaik untuk pasar properti Indonesia karena tidak stabilnya kondisi ekonomi saat itu. Beberapa kali memang terlihat bisnis properti di Indonesia seakan macet pada tahun 2015. Tetapi hal tersebut seakan berubah setelah beberapa kali kebijakan pemerintah Indonesia maupun daerah untuk membangkitkan kembali gairah properti di Indoensia.

Akhirnya situasi tersebut segera berubah, khususnya sejak awal tahun 2016 lalu. Pasar properti mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, salah satu penyebabnya adalah menguatnya nilai rupiah terhadap dolar AS. Meski masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun lalu, aktivitas pasar properti sudah menunjukkan tanda-tanda akan bangkit sejak awal tahun 2016.

Di DKI Jakarta, hal tersebut dapat terlihat dari sektor perkantoran di area non Central Business Distric (CBD). Karena harga sewa yang relatif tinggi di CBD, maka sektor perkantoran di area non CBD seperti Jakarta Barat dan Jakarta Timur masih dipilih sebagai alternatif favorit. Walaupun masih dalam proses konstruksi, situs berita liputan6.com menyatakan bahwa bertambahnya beberapa unit perkantoran baru di area non CBD membuat okupansinya tetap stabil pada angka 83%. Angka 83% memang terlihat besar, tetapi bukan berarti pertumbuhan daerah perkantoran baru sangat pesat. Pembangunan dan perencanaan akan terus dilakukan agar di area non CBD juga mempunyai perkantoran.

Mal Masih Menjadi Raja Properti

Kondisi stabil pertumbuhan properti di DKI Jakarta tidak terlepas dari maraknya pembangunan pusat perbelanjaan. Segmen ritel ini dapat bertahan dengan kuat karena masih tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Bahkan menurut situs finansial.bisnis.com, Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen terhadap aktivitas konsumsi masih berada pada level optimistis sebesar 109,9 pada bulan Juli 2015 lalu.

shutterstock_121813036

Pelaku ritel asing pun memandang positif pasar ritel Indonesia, terbukti dari banyaknya pembukaan gerai busana dan makanan yang berasal dari merek-merek luar negeri. Selain fashion dan kuliner, bidang lain yang juga ikut meramaikan pasar properti dalam segmen ritel adalah pusat hiburan, perawatan kecantikan, dan kosmetik. Sejauh ini, Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) melalui Tempo mengemukakan bahwa jumlah pasokan kumulatif ruang perbelanjaan di DKI Jakarta mencapai 3.98 juta meter persegi dengan porsi 72% untuk sewa dan 28% untuk strata.

Beralih ke Jakarta Timur dan Bekasi

Pada tahun 2016, potensi pertumbuhan properti di DKI Jakarta akan mengalami perkembangan signifikan di kawasan Jakarta Timur dan Bekasi. Hal ini terjadi salah satunya karena terlalu tingginya harga properti untuk jenis rumah dan apartemen di kawasan lain seperti Jakarta Utara. Terlebih jika nanti kawasan-kawasan di DKI Jakarta semakin terhubung dengan adanya tol Cilincing-Tanjung Priok dan double track Jakarta Utara ke Pulogebang, pasar properti di Jakarta Timur dan Bekasi pasti akan semakin berkembang.

Jika Anda melihat di televisi atau pernah berkunjung ke Jakarta Timur dan Bekasi. Beberapa tempat sudah terlihat pembangunan, mulai dari pusat perbelanjaan, perkantoran ataupun perumahan. Mudahnya akses yang menghubungkan antar kota di Jakarta, juga membuat para pengembang properti melirik Jakarta Timur dan juga Bekasi. Bahkan beberapa perumahan yang baru dibuat, diluncurkan dengan harga yang cukup miring. Beberapa pembeli pun bervariasi, antara digunakan untuk investasi dan juga tempat tinggal.

Tahun 2016 akan menjadi momen bangkitnya pasar properti Indonesia, terutama DKI Jakarta sebagai ibu kotanya. Meski begitu, Anda tetap harus memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi karena faktor harga akan mengalami peningkatan. Tidak perlu khawatir, Lifull Rumah mampu memberikan harga terbaik bagi Anda yang sedang mencari properti di kawasan DKI Jakarta.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here