Makassa2

Sejak pasar properti Indonesia mengalami penurunan secara umum pada tahun 2015 lalu, para ahli properti memprediksi bahwa geliat pasar properti akan bergeser ke luar Pulau jawa pada tahun 2016 ini. Makassar menjadi salah satu kota yang tidak luput dari perkembangan tersebut. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonominya yang memang lebih besar dari rata-rata nasional, yakni mencapai angka 7%. Pada pasar propertinya, hampir semua sektor di Makassar mengalami perkembangan. Anda yang lima tahun lalu pernah ke Makassar mungkin akan tercengang menyaksikan pertumbuhan kota tersebut.

Bangunan Apartemen Merajalela

Tiga tahun lalu, gelar bangunan tertinggi di Makassar dipegang oleh office building Menara Bosowa di kawasan Karebosi dan Apartemen Royal di kawasan Panakukang. Keduanya terdiri dari 23 lantai. Sayangnya, mereka harus merelakan gelar tersebut berpindah tangan ke bangunan Menara I Apartemen Vida View setinggi tiga puluh lantai yang dikembangkan oleh Ciputra di kawasan Panakukang. Namun, sepertinya Apartemen Vida View juga tidak akan mempertahankan gelar tersebut lebih lama karena sebentar lagi Makassar akan memiliki apartemen dan residence setinggi lima puluh lantai yang masih merupakan bagian dari superblock St. Moritz. Pengembangnya berasal dari Lippo Group.

Dari penjelasan tersebut, Anda tentu menyadari bahwa apartemen seolah mengambil alih pertumbuhan pasar properti Makassar. Menurut Kompasiana.com, seluruh unit di menara pertama dari apartemen yang akan dibangun oleh Lippo Group di kawasan Panakukang bahkan telah terjual habis. Permintaannya melebihi target, dengan standar harga penjualan mencapai angka Rp 700 juta per unit.

Kondisi serupa juga terjadi pada Apartemen Vida View. Melalui Kompas.com, Satrio Sujatmiko selaku Project Manager dari Vida View mengatakan bahwa sejak dipasarkan pada bulan September 2012 lalu, 1.000 dari 1.400 unit berhasil terjual. Menurutnya, antusiasme pasar yang tinggi tersebut disebabkan oleh usia sektor properti Makassar yang masih cukup baru. Terlebih, Apartemen Vida View menawarkan konsep gaya hidup yang yang praktis, walking distance, dan dekat dengan pusat bisnis. Akibatnya, harga jual mengalami peningkatan tajam seiring dengan progress pembangunan. Saat diluncurkan dulu, unit apartemen dibandrol dengan harga Rp 270 juta hingga Rp 650 juta. Kini, angka tersebut telah mencapai angka Rp 450 juta hingga Rp 900 juta.

Makassar1

Dari sekian banyak kawasan yang ada di Makassar, Panakukang, Seputaran Perintis, dan Brombong masih menjadi kawasan favorit yang dipilih para pengembang untuk mendirikan apartemen. Lokasinya yang terletak di pusat kota membuatnya strategis sehingga cukup dekat dengan kawasan-kawasan lain. Saking favoritnya, harga tanah di kawasan-kawasan tersebut bahkan sudah menyamai harga rata-rata tanah di ibu kota Jakarta, yakni mencapai angka Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per meter persegi.

Hunian untuk Kelas Menengah Bawah

Selain apartemen, sektor hunian untuk kelas menengah bawah juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Makassar, Arief Mone, bahkan mengatakan melalui situs Liputan6.com bahwa pertumbuhan rumah subsidi bisa tiga kali lipat lebih baik, khususnya untuk rumah tapak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Salah satu alasan kuat yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi adalah regulasi perumahan MBR yang sudah siap sejak awal tahun lalu, sehingga pengembang yang membangun proyek pun lebih banyak. Selain itu, jumlah bank yang bergabung untuk mendukung pun lebih banyak. Tidak hanya Bank Tabungan Negara (BTN), Ban Artha Graha kini juga turut mendukung pembangunan perumahan untuk MBR di Makassar.

Demi memenuhi kebutuhan MBR akan hunian, pemerintah juga menyediakan Apartemen Lorong (Aparong). Proyek tersebut juga merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjamin kesejahteraan MBR. Seperti yang dilansir dari BeritaSatu.com, Moh Ramdhan Pomanto selaku Wali Kota Makassar mengatakan bahwa Aparong menjadi salah satu solusi untuk menangani masalah pemukiman kumuh di lorong-lorong berbagai kawasan Makassar. Aparong dibangun tanpa pondasi dan bisa dibongkar pasang. Material utamanya menggunakan kayu dan baja ringan dengan anggaran Rp 200 jutaan per unit rumah.

Berniat untuk membeli hunian di luar Pulau Jawa? Makassar dapat menjadi pilihan kota yang tepat. Selain sebagai hunian, Anda dapat memanfaatkan properti Makassar yang dibeli untuk berinvestasi. Agar tidak salah pilih, lakukan survei melalui situs Lifull Rumah. Selain pilihan beragam, harga yang ditawarkan pun sesuai dengan kebutuhan Anda.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here