shutterstock_326838344

Apabila Anda mengunjungi Aceh lima tahun lalu dan berniat untuk kembali ke sana dalam jangka waktu dekat, jangan terkejut saat melihat berbagai perubahan yang terjadi di sana. Kini, kawasan paling barat di Indonesia ini tengah giat melakukan pembangunan, terutama pada sektor properti. Tidak hanya terkonsentrasi di Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi, melainkan juga di seluruh 23 kota dan kabupaten. Hal ini terlihat dari munculnya hotel-hotel, perumahan, dan pusat perbelanjaan baru.

Melalui situs berita Kompas, Zulfikar sebagai Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Aceh menilai bahwa pasar properti Aceh terus tumbuh secara positif karena didukung oleh situasi keamanan dan politik yang kondusif. Aceh menyambut positif kondisi tersebut dengan terus melakukan pembangunan properti pada berbagai sektor.

Tingginya Permintaan Rumah Menengah

Menggeliatnya pasar properti Aceh juga dapat dilihat dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian baru, yakni sekitar 5000 unit. Sedangkan, para pengembang yang tergabung dalam DPD REI Aceh hanya memiliki kemampuan membangun 1000 hingga 1500 unit rumah subsidi dan non-subsidi. Zulfikar mengatakan bahwa adanya ketimpangan inilah yang memacu REI untuk terus membangun lebih banyak lagi hunian.

Dari sekian banyak tuntutan kebutuhan akan hunian baru tersebut, mayoritas berasal dari segmen kelas menengah. Rumah yang paling diminati oleh konsumen memiliki harga pada kisaran Rp 300 juta hingga Rp 600 juta per unit, sedangkan rumah yang ditujukan bagi kelas menengah ke bawah memiliki harga pada kisaran Rp 118 juta hingga Rp 300 juta per unit. Menariknya, rumah menengah ini tidak hanya laku keras di kota-kota besar seperti Banda Aceh, namun juga Lhokseumawe, Sabang, dan beberapa kabupaten lainnya.

Konsep Perumahan Terpadu

Karena didominasi oleh kelas menengah, pasar properti Aceh kini membutuhkan perumahan berkonsep terpadu. Seperti yang dilansir oleh situs bisnis.com, Zulfikar menilai bahwa Banda Aceh sudah cukup jenuh dan butuh konsep baru. REI pun mengajukan konsep terpadu yang selama ini belum ada. Selama ini, pengembang lokal masih terpaku pada sistem cluster 10-20 unit karena modal terbatas. Itulah mengapa konsep rumah terpadu diprediksi akan membawa potensi pasar yang sangat besar.

shutterstock_96013709

Nantinya, perumahan berkonsep terpadu ini dapat mengusung hunian eksklusif dengan total luas lahan mencapai 10-20 hektar. Sementara ini, beberapa kawasan yang dinilai cukup berpotensi untuk menjadi lokasi pembangunan adalah Lambaro, Blang Bintang, dan Ulee Kareng. Selain itu, Zulfikar juga mengatakan bahwa perekonomian masyarakat Aceh sedang meningkat. Mulai banyak kelas menengah yang belum memiliki hunian representatif, padahal mereka mampu.

Butuh Sokongan Investor Besar

Meski semangat menyambut besarnya potensi perumahan terpadu untuk kelas menengah, bukan berarti DPD REI Aceh lantas melupakan pembangunan rumah hunian murah. Masih dilansir dari situs bisnis.com, proyek tersebut terhambat oleh pengembang lokal yang membutuhkan modal dan sokongan investor besar. Pembangunan rumah murah ini ditujukan untuk rumah dinas PNS, polisi, dan TNI. Kurang-lebih ada 16.000 unit rumah dinas yang harus dibangun untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Lagi-lagi Zulfikar menjelaskan bahwa kendala utama pengembang lokal dalam menggarap potensi tersebut adalah kurangnya modal kerja. Di Aceh, harga rumah murah dipatok pada angka Rp 118 juta per unit. Sedangkan, bahan bangunan harus didatangkan dari Sumatera Utara, yang tiap tahunnya mengalami peningkatan harga sebanyak 15%-20%. Oleh sebab itu, pihak DPD REI Aceh mengundang para pengembang nasional untuk memulai investasi properti Aceh. Lahan yang tersedia pun masih cukup luas. Berdasarkan catatan REI Aceh melalui situs bisnis.com, tren pembangunan rumah murah ini tidak hanya dilakukan di Banda Aceh, namun juga menyebar di Aceh Besar, Bireuen, Sigli, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Subulussalam, dan Meulaboh.

Kini, Aceh telah melewati masa konflik. Masa pemulihan diri dari musibah tsunami pun telah berlalu. Pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk memulai masa pembangunan. Tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi properti Aceh. Anda bisa mendapatkan harga terbaik di Aceh melalui Lifull Rumah.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here